Arsip Kategori: tutorial disain

Hitam Putih yang Artistik

Membuat foto berwarna menjadi hitam putih, sebenarnya tidak semudah yang terlihat. Ada kalanya Anda melihat sebuah foto hitam putih, tetapi entah mengapa foto tersebut sangat indah dipandang! Ternyata, perlu sentuhan yang artistik untuk mewujudkannya. Penguasaan untuk mengatur tata warna dan pencahayaan adalah kuncinya.

 

1. Mode RGB

Sekarang perhatikan pada jendela Channels. Jika jendela Channel belum terbuka, Anda dapat membukanya dengan memilih menu Windows–Channels. Pada palette Channels tersebut, Anda dapat melihat bahwa Photoshop sebenarnya memisahkan masing-masing channel Red, Green, Blue. Inilah yang dikenal dengan Mode RGB. Foto yang Anda lihat sebenarnya merupakan gabungan dari ketiga channel tersebut.

 

3. Mode Lab Color

Kita akan mengenal mode lainnya, yaitu Mode Lab. Untuk itu, pilih menu Image–Mode–Lab Color. Lab color membagi warna gambar menjadi channel “Lightness” atau pencahayaan, channel “a” yang mewakili warna antara magenta dan hijau, dan channel “b” yang mewakili warna antara kuning dan biru. Hilangkan icon mata pada channel “a” dan “b”, dan klik channel “Lightness”. Kini warna-warna pada foto Anda telah hilang.

 

4. Mode Grayscale

Pada langkah sebelumnya, Anda telah melakukan konversi dari mode RGB ke mode Lab Color. Pada langkah ini, akan dilakukan lagi sekali konversi, yaitu dari mode Lab Color ke mode Grayscale. Caranya dengan memilih menu Image–Mode–Grayscale. Kini pada jendela Channels Anda hanya melihat sebuah channel “Gray”.

 

5. Blend Mode

Kini foto Anda telah berwarna hitam dan putih. Anda dapat mengatur lebih lanjut dengan memberikan efek Blend Mode, seperti Multiply atau Screen. Duplikasikan terlebih dahulu foto Anda dengan menekan kombinasi tombol CTRL + J sehingga tercipta layer baru bernama Layer 1. Default Blend Mode pada Layer 1 adalah Normal. Anda dapat mengubahnya dengan memilih Multiply, jika ingin menciptakan efek yang lebih gelap, atau memilih Screen jika ingin menciptakan efek yang lebih terang. Pada contoh akan dipilih Multiply.

 

6. Pengaturan Lebih Lanjut

Jika merasa foto terlalu gelap atau terlalu terang, Anda dapat menggeser Opacity pada Layer 1 hingga mendapatkan pencahayaan yang sesuai. Range dari Opacity adalah 0% hingga 100%. Dalam contoh akan dipilih Opacity sebesar 25%. Dalam praktiknya, Anda dapat menyesuaikan dengan foto pada kanvas kerja Anda.

 

7. Hitam Putih yang Artistik

Anda dapat membandingkan hasil akhirnya. Walaupun foto yang tadi berwarna telah menjadi hitam putih, akan tetapi hasil foto hitam putih yang didapatkan memiliki seni tersendiri, yang tentu berbeda jika Anda langsung mengubah sebuah foto berwarna menjadi Mode Grayscale, misalnya. Ternyata nuansa hitam putih tidak selalu terlihat kuno, bukan?

 

Joko Nurjadi

 

                                                                                                            Sumber : pcmedia.co.id

Dimensi merupakan unsur estetis yang esensial dalam karya seni visual. Perspektif, bayangan, pencahayaan, dan pembingkaian merupakan beberapa unsur di antaranya.


Pada latihan kali ini , kita akan mencoba menambahkan ketiga unsur dimensi pada ilustrasi. Kita juga akan melibatkan gambar bitmap (foto) pada ilustrasi gambar vektor kita.




1. Bukalah halaman baru dengan klik menu [File] > [New]. Setelah itu, atur orientasi halaman menjadi landscape melalui menu [Layout] > [Page Layout].


2. Ketikkan teks dengan artistic text tool. Pilihlah jenis font yang gemuk, misalnya Impact atau Arial Black.


3. Terapkan efek 3 dimensi dengan klik menu [Effects] > [Extrude]. Pada kotak dialog Extrude, klik tab [Extrude Camera]. Pilih jenis Small Back dan isikan nilai Depth = 10. Klik tombol [Apply]. Jika ingin mengubah konfigurasinya, klik tombol [Edit].


4. Klik tab [Extrude Rotation]. Klik pada ikon angka 3 dan putar sesuai sudut pandang yang kita inginkan.


5. Kita juga dapat menentukan sudut pandang dengan parameter angka koordinat XYZ dengan klik tombol [Rotation Values]. Klik tombol [Apply].


6. Klik tab [Extrude Lights]. Tekan tombol-tombol [Light Switch], lalu letakkan masing-masing sumber cahaya pada posisi yang ditentukan. Klik tombol [Apply].


7. Objek teks masih dalam kondisi aktif, isikan tekstur dengan klik [Fill Tool], pilih [Texture Fill]. Tentukan jenis tekstur isian pada kotak dialog Texture Fill. Tentukan juga warna tekstur pada bagian Shade dan Light. Klik tombol [Preview], lalu klik tombol [OK].

Sumber : tabloid pcplus