Buat yang kuliah di jurusan DKV atau multimedia pasti pernah mendengar istilah motion graphic, bumper, animasi. Nah, klo gitu kita bahas tentang istilah-istilah tersebut yuk….
Ngomongin animasi takkan lepas dari sejarahnya. Cikal bakal animasi sebenarnya sudah ada sejak zaman pra-sejarah. Hal ini bisa dilihat di dinding-dinding gua dan di bangunan – bangunan kuno yang terdapat gambar pola gerak tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya (cave painting). Wah… kalau gitu kita patut berterimakasih ya dengan sejarah. Nah, sekarang kita cari tahu istilah animasi sebenarnya berawal darimana.
Animasi berasal dari kata latin anima, yang berarti jiwa atau animare yang berarti nafas kehidupan atau menghidupkan. Secara umum, animasi berarti menghidupkan urutan still image atau teknik memfilmkan susunan gambar atau model untuk menciptakan rangkaian gerak ilusi. Jadi animasi itu dibentuk dari model-model yang dibuat secara grafis yang kemudian digerakan. Istilah lain untuk animasi adalah motion graphic (gambar gerak). Disebut dengan gambar bergerak karena dalam proses pembuatannya digunakan banyak gambar yang berurutan dan dimanipulasi sedemikian rupa tampak seolah-olah gambar tersebut dapat bergerak. Tujuannya dimaksudkan untuk menipu mata manusia agar mempercayai bahwa memang terjadi gerakan. Misalkan sebuah benda yang mati, lalu gerakan melalui perubahan yang sedikit-sedikit dan teratur sehingga memberikan kesan hidup. Untuk membedakan antara animasi dengan seni lain yang menghidupkan benda mati melalui gerakan (misalkan wayang atau boneka), maka biasanya animasi diberi tambahan kata film animasi.
Berdasarkan penerapan dimensinya, animasi terbagi menjadi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Animasi 2D menggunakan 2 sudut pandang yang mewakili lebar – gerakan kiri kanan dan tinggi – gerakan atas bawah. Sedangkan animasi tiga dimensi menggunakan tiga sudut pandang yang mewakili dua sudut pandang dalam animasi 2D ditambah gerakan maju mundur dimana objeknya lebih berisi (padat). Tiga sudut pandang pada objek akan membuat gerakan lebih realistis karena dapat disertai dengan efek-efek realistis lainnya seperti bayangan tubuh manusia. Salah satu cuntoh animasi 3D adalah Ice Age, Shrek, Ant dsb.
Berdasarkan durasinya, animasi dibedakan menjadi dua yaitu SHORT FORM ANIMATION dan LONG FORM ANIMATION. Short Form Animation (SFA) adalah animasi berdurasi pendek mulai dari 1 menit, 30 detik atau 15 detik. Bumper atau animasi jeda adalah istilah lain untuk jenis ini.
Long form Animation adalah animasi berdurasi panjang dan karya animasi yang dihasilkan biasanya berduarasi diatas 5 menit. LFA sering dikenal sebagai istilah Feature Film Animation atau animasi bioskop. Biasanya animasi minimal sekitar 70 menit.
mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat khususnya bagi rekan-rekan yang sedang menjalankan tugas mengenai Motion Graphic. Jangan lupa untuk memberikan saran, kritik, cacian atau apapun bentuknya untuk sebuah perbaikan dimasa depan.

Satu komentar
wahhhh….
KKKKK,,EEEEEE,,R,EE,,NNNNNNN!!!
kapan” ajarin yah chad bkin blog’y,,,
oy,thank’s yah,,, dgn adanya blog pnya lo w dapet tmbahan wat artikel’y….
hehehe….
by : e’e