Aku benci, aku marah, dan aku ingin menendangya
jika ada salah seorang yang menganggap desain tidaklah terlalu berharga namun mereka menginginkannya.
Bodoh atau mereka tidak waras memang, tidak dapat melihat keindahan sekelilingnya selama hidupnya, secara tidak langsung mereka menghujat akan keagungan-NYA. Mereka anggap desain hanya sebuah pelengkap untuk semuanya, dari kemasan (packaging design), sign system ( Environment Graphic design) dan desain pameran (exhibition design) atau lainnya.
mereka pikir semua itu tidak memiliki hal yang mendasar untuk membuatya.
Konsep Konsep dan Konsep selalu dihujatkan pada seorang yang layak untuk menjabat sebagai mahasiswa jurusan Desain dimanapun.
Apalagi di dalam kampus yang tidak pernah dipandang sebelah mata oleh kampus-kampus ternama lainnya ITB contohnya
FSRD ITB lebih menekankan Konsep berfikir kepada mahasiswanya. Konsep berfikir untuk memecahkan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, skala kecilnya mereka dibekali konsep untuk memecahkan masalah pribadinya.
FSRD ITB mencoba merubah pola pikir mahasiswa jurusan FSRD ITB untuk melawan arus kehidupan normal di masyarakat umum yang dimulai dari tugas-tugasnya yang merupakan awal pembentukan semua pola pikir baru yang lebih kreatif, pun juga yang dilakukan oleh dosen pembimbingku di kampus kecil sederhana di kota ini.
Dalam hal ini aku memang belum menjadi expert designer, tapi percayalah ini merupakan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sekeliling kita.
benar yang dituliskan oleh temanku bawa gerak adalah kodrat. Ketika kita semua (mahasiswa desain dan komunitas) tak bergerak menanggapi fenomena ini maka desain perlahan akan dimudahkan oleh mereka manusia yang tidak mengerti akan keindahan, karena tanpa dimulai dari pergerakan mahasiswa
dan komunitas desain maka cara pandang mereka tidak akan pernah berubah terhadap desain. Pergerakan menuntut cara pandang yang baru kepada masyarakat untuk lebih menghargai sebuah keindahan.
Dalam konteks ini aku ingin adanya penghargaan sebuah karya seni dari masyarakat yang melihatnya.
Aku ingin mereka sadar bahwa desain bukan sebuah pelengkap
oleh sebab itu mari kita (mahasiswa dan komunitas desain) bergerak
memperjuangkan karya – karya kita…