Arsip Bulanan: September 2007

 

Transaksi crew

Berawal dari beberapa orang yang mengadakan kesepakatan untuk memperbaiki kode etik jurnalistik di Cirebon, dengan berbekal pengalaman pernah memimpin di Tabloid Monitor, Yanto (wakil pemimpin umum tabloid Monitor) yang kini menjabat sebagai pemimpin umum Radio Nuansa dan Artex Organizer beserta teman – temannya Zeno, Nikodemus Soedirgo dan Deny SN berniat membuat sebuah tabloid dwimingguan Di Cirebon kota kita ini. Merasa kurang sreg, yanto meminta bantuan Arswendo Atmowiloto untuk membantu mewujudkan lahirnya tabloid dwimingguan yang diyakini akan sukses dan menjadi tabloid pertama di kota Cirebon yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Diberi nama Tabloid TRANSAKSI dengan tag line promosi , profesi dan profil.
Akhirnya om wendo pun mendukung yanto dan teman – teman untuk menyuburkan media cetak di Cirebon agar lebih berwarna.
Biasanya untuk membuat tabloid yang bagus dibutuhkan tenaga – tenaga profesional dibidangnya. Tidak demikian dengan pemikiran out of the box Yanto Sy. Yanto malah berani merekrut orang – orang muda yang notabene tidak memiliki pengalaman dibidang media cetak.
perekrutan pasukan (sebutan bagi personil tabloid TRANSAKSI) pun akhirnya dilakukan. satu per satu pun pasukan mulai terkumpul.
Ikhwan Ghozali, Trie BW, Ali Irfan, Eko S, S. Pasya , Yuda Purnomo, Richard Prinawan, Mohamad Ramdhan dan Ade urip dipercaya untuk membuat sejarah dikota Cirebon.
Saat melamar pekerjaan setiap personil pasti ditanya oleh pemred (Pemimpin Redaksi) Apa lu berani bekerja buat TRANSAKSI sampai “berdarah – darah”?
Hanya orang – orang yang berani yang diterima sebagai tim tabloid TRANSAKSI.
Setelah semua pasukan terkumpul. Wartawan, Fotografer dan Disain grafis yang tergabung di tabloid TRANSAKSI semuanya di- setel, di- refresh, di- defrag, didudukan dalam posisi nol kilometer untuk sekuatnya melakukan kerja dengan pendekatan profesional. Hal pertama dan yang paling utama yang dihujamkan adalah motivasi untuk berprestasi. Harus yakin bahwa pekerjaan yang dipilih adalah cocok dan bisa membawa kemuliaan , kerena membawa manfaat bagi banyak orang. Tidak boleh berfikir untuk surut atau mundur dari profesi, betapapun sulitnya.
Lebih dari tiga bulan digembleng di “Universitas” TRANSAKSI yang dipimpin lanngsung oleh pemred. Pernah tiga hari tiga malam para wartawan, fotografer dan disain grafis digenjot, digojlok, dan diberi berbagai tugas yang dalam prakteknya membuat kami tidak bisa pulang dan tidak bisa tidur. Semua lembur karena (simulasi) dikejar tengat waktu.
Satu sama lain sempat terjadi tersinggung, wajar sebenarnya lantaran sters dan kondisi fisik menurun membuat mereka jadi sangat sensitif ditambah lagi beban bahwa hasil kreatif harus optimal, hingga harus tetap fokus pada pekerjaan dan team work.
Syukurlah badai telah berlalu. Ujian simulasi kawah candra dimuka sudah berjalan memuaskan, tidak seorangpun dikeluarkan.
Sebenarnya kalau dipikir – pikir jadi karyawan di Tabloid TRANSAKSI itu paling enak, coba bayangkan. Mereka masuk tanpa harus menyuap, lalu diajari detil dunia jurnalistik, peralatan disediakan, bisa ngadem di ruangan ber-AC, dibayar lagi! baru kali ini saya ngajar malah mbayar, kata pemred pada pasukannya yang disambut gelak tawa bersama.
Buat tim Tabloid TRANSAKSI smoga terus semangat dan junjung tinggi kode etik jurnalistik. Ciptakan sejarah dikota Cirebon tercinta ini. Gue baru ngerasain bergabung bareng orang – orang hebat yang optimis. Dan buat Yuda yang mau kuliah di universitas Gajah Mada jadilah bintang kampus disana dan kalau dah selesai bergabunglah pada kami lagi.

– Rangkuman Dunia TRANSAKSI -