Melihat satu fenomena umum yang sering terjadi di kota kecil dan tidak menutup kemungkinan terjadi di kota-kota besar, tidak sedikit orang pintar saat ini yang akhirnya tunduk layaknya anjing pada majikannya. Rela melepaskan idealisme yang tertanam dalam waktu yang relative tidak sebentar. Ibarat seekor anjing yang rela menjilat sepatu tuannya yang telah menginjak kotoran.

Sudah tidak tabu lagi hal seperti itu dilakukan. “LUMRAH!!! “ katanya asalkan dapur bisa ngebul, kenapa nggak?! Lah wong kita hidup kan butuh makan!. Mengasumsikan seorang majikan yang dapat memberikan segala nikmat duniawi, beberapa orang rela melucuti pakaiannya sembari menjilat air liurnya yang telah ia buang sendiri.

Kalau ada yang harus saya takuti selain diri-Nya, tanpa ragu saya akan menjawab saya takut kehilangan harga diri, kehilangan ‘pakaian saya’ pakaian yang telah saya rajut sendiri untuk menutupi segala aurat tubuh pada lonjoran daging ini dan telah melindunginya hingga sekarang.

Sakit, perih, hingga berdarah-darah untuk memperjuangkan idealisme. Ya itulah yang dirasakan oleh sebagian orang lagi yang terus memperjuangkan Idealismenya. Tidak semudah apa yang dibayangkan. Bukan sekedar NGOMONG DOANG!!! BERKOAR-KOAR DI JALAN-JALAN PANTURA SAMBIL MEMBENTANGKAN SPANDUK BELAGA SOK MBELA RAKYAT KECIL!! IT’S BULLSHIT THINGS

Berupaya mewujudkan sesuatu dengan mengoptimalisasikan segala potensi yang ada dalam diri tanpa menunggu bantuan dari orang-orang yang pada akhirnya membunuh idealisme kita secara perlahan demi kepentingan mereka. Itulah sebuah kalimat yang mestinya selalu hadir dalam setiap benak individu yang tidak mau harga dirinya terinjak-injak oleh mereka yang cuma punya modal DUIT  ditambah OTAK LICIK!!

Buat yang kuliah di jurusan DKV atau multimedia pasti pernah mendengar istilah motion graphic, bumper, animasi. Nah, klo gitu kita bahas tentang istilah-istilah tersebut yuk….

Ngomongin animasi takkan lepas dari sejarahnya. Cikal bakal animasi sebenarnya sudah ada sejak zaman pra-sejarah. Hal ini bisa dilihat di dinding-dinding gua dan di bangunan – bangunan kuno yang terdapat gambar pola gerak tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya (cave painting). Wah… kalau gitu kita patut berterimakasih ya dengan sejarah. Nah, sekarang kita cari tahu istilah animasi sebenarnya berawal darimana.

Animasi berasal dari kata latin anima, yang berarti jiwa atau animare yang berarti nafas kehidupan atau menghidupkan. Secara umum, animasi berarti menghidupkan urutan still image atau teknik memfilmkan susunan gambar atau model untuk menciptakan rangkaian gerak ilusi. Jadi animasi itu dibentuk dari model-model yang dibuat secara grafis yang kemudian digerakan. Istilah lain untuk animasi adalah motion graphic (gambar gerak). Disebut dengan gambar bergerak karena dalam proses pembuatannya digunakan banyak gambar yang berurutan dan dimanipulasi sedemikian rupa tampak seolah-olah gambar tersebut dapat bergerak. Tujuannya dimaksudkan untuk menipu mata manusia agar mempercayai bahwa memang terjadi gerakan. Misalkan sebuah benda yang mati, lalu gerakan melalui perubahan yang sedikit-sedikit dan teratur sehingga memberikan kesan hidup. Untuk membedakan antara animasi dengan seni lain yang menghidupkan benda mati melalui gerakan (misalkan wayang atau boneka), maka biasanya animasi diberi tambahan kata film animasi.

Berdasarkan penerapan dimensinya, animasi terbagi menjadi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Animasi 2D menggunakan 2 sudut pandang yang mewakili lebar – gerakan kiri kanan dan tinggi – gerakan atas bawah. Sedangkan animasi tiga dimensi menggunakan tiga sudut pandang yang mewakili dua sudut pandang dalam animasi 2D ditambah gerakan maju mundur dimana objeknya lebih berisi (padat). Tiga sudut pandang pada objek akan membuat gerakan lebih realistis karena dapat disertai dengan efek-efek realistis lainnya seperti bayangan tubuh manusia. Salah satu cuntoh animasi 3D adalah Ice Age, Shrek, Ant dsb.

Berdasarkan durasinya, animasi dibedakan menjadi dua yaitu SHORT FORM ANIMATION dan LONG FORM ANIMATION. Short Form Animation (SFA) adalah animasi berdurasi pendek mulai dari 1 menit, 30 detik atau 15 detik. Bumper atau animasi jeda adalah istilah lain untuk jenis ini.

Long form Animation adalah animasi berdurasi panjang dan karya animasi yang dihasilkan biasanya berduarasi diatas 5 menit. LFA sering dikenal sebagai istilah Feature Film Animation atau animasi bioskop. Biasanya animasi minimal sekitar 70 menit.

mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat khususnya bagi rekan-rekan yang sedang menjalankan tugas mengenai Motion Graphic. Jangan lupa untuk memberikan saran, kritik, cacian atau apapun bentuknya untuk sebuah perbaikan dimasa depan.


Berbicara tentang pengertian “casing” yakni kulit pembungkus atau pembungkus yang menyelimuti sebuah produk dan memiliki fungsi bukan sekedar sebagai pelindung dari produk didalamnya, melainkan yang tak kalah pentingnya casing disini memiliki peranan yang menentukan laku tidaknya sebuah produk yang ingin ditawarkan.

Dalam hal ini produsen selalu mencoba menyiasati fungsi atau peranan lain “si pembungkus” ini. Yang selalu diharapkan produsen, si pembungkus disini dapat menjadi daya tarik untuk menggaet konsumennya yang pada akhirnya membeli produknya dan kenaikkan omset perusahaan menjadi target utamanya.

Satu lagi fenomena yang saya temukan ketika saya dan teman – teman mencoba mengubah pandangan masyarakat tentang desain. Dalam hal ini desain bukan hanya sebuah rancangan, melainkan semua unsur-unsur pembentuknya yang melahirkan sebuah karya desain. Tidak lain diantaranya adalah mahasiswa dan komunitas desain itu sendiri.

Yang bernaung dalam kepala kami waktu itu hanyalah bagaimana cara untuk mengubah pandangan masyarakat tentang desain-namun, kesalahan kecil yang berakibat serius adalah ketika kami semua mencari cara untuk mencoba mengubah pandangan mereka diantara kami waktu itu tidak ada yang menyadari peranan SI PEMBUNGKUS.

Sasaran kami untuk mengubah persepsi masayarakat adalah menggunakan salah satu elemen masyarakat sebagai penyulut pada elemen masyarakat lainnya. Kebetulan kami memilih para generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah. Anak SMA lebih tepatnya.

Saat kami mendatangi salah satu sekolah yang berada di kota cirebon dengan tujuan ingin mencoba merubah pandangan masyarakat terhadap desain lewat presentasi yang ingin kami lakukan, disitu kami akhirnya diingatkan oleh pihak sekolah tentang peranan SI PEMBUNGKUS.

Kunjungan yang telah kami jadwalkan dengan persetujuan dari pihak sekolah, hari itu juga di “cancel” atau lebih tepatnya di “reschedule” dengan alasan kami sama sekali tidak memikirkan peranan si pembungkus disini dengan target sasaran siswa – siswi SMA.

Rambut gondrong, kucel, pakaian seadanya tanpa atribut yang seragam dan celana bluejeans belel dibagian bawah layaknya seorang mahasiswa desain pada umumnya, akhirnya membuahkan hasil dipendingnya kunjungan yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Ini menjadi pelajaran bagi kami sekaligus pembuktian dari peranan yang tidak boleh diremehkan dari SI PEMBUNGKUS.

Tadinya kami mencoba ingin tampil apa adanya layaknya mahasiswa desain pada mereka, namun setelah berbincang dengan pihak sekolah kami pun akhirnya sadar siapa target kami. Siswa – siswi SMA yang mungkin jika kami masuk hari itu akan berdampak kurang baik untuk mereka kedepan sebagai generasi penerus. Layaknya kertas putih yang dicoretkan dengan tulisan rambut gondrong, kucel, pakaian seadanya dsb di kepala mereka.

Menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kami mahasiswa sekaligus komunitas desain untuk merubah sesuatu yang besar maka kita sebagai kaum yang dianggap intelektual harus bisa merubah hal-hal kecil yang sering kami lupakan keberadaannya. Casing adalah salah satu modal untuk merubah sesuatu yang besar, dalam hal ini tujuan kami murni untuk mencoba merubah pandangan mereka terhadap desain.

‘Tetap berjuang demi sebuah cita-cita yang mulia’

{ untuk para pejuang dalam dunia desain }

gong xi… gong xi… untuk semua kaum tiong hwa yang membuka blog ini. akhirnya ogut bisa menyempatkan diri lagi untuk berbagi dengan kalian. Dari segala kepenatan dan beragam pekerjaan yang menumpuk, ogut bisa meluangkan waktu untuk kalian dengan membuat beberapa ( cuma dua sih ) desain tentang IMLEK. Wah pasti deh di imlek ini banyak yang mengharapkan untuk mendapatkan banyak uang. tapi ingat pepatah jadul…. ” lebih baik memberi daripada diberi” sekarang ogut mencoba memberikan sesuatu yang mungkin akan berguna. ( ya mungkin buat desain amplop atau apalah). Buat yang mau ambil tinggal ambil, buat yang sekedar liat liat ya… tinggal liat liat namun JANGAN LUPA tetep kasih KOMEN, CACIAN, MAKIAN dsb. Okeh?!

JANGAN LUPA tetep kasih KOMEN, CACIAN, MAKIAN dsb. Okeh?! lewat e-mail, tulis di comment ato hp jg boleh koq.

Print


Aku benci, aku marah, dan aku ingin menendangya
jika ada salah seorang yang menganggap desain tidaklah terlalu berharga namun mereka menginginkannya.
Bodoh atau mereka tidak waras memang, tidak dapat melihat keindahan sekelilingnya selama hidupnya, secara tidak langsung mereka menghujat akan keagungan-NYA. Mereka anggap desain hanya sebuah pelengkap untuk semuanya, dari kemasan (packaging design), sign system ( Environment Graphic design) dan desain pameran (exhibition design) atau lainnya.
mereka pikir semua itu tidak memiliki hal yang mendasar untuk membuatya.
Konsep Konsep dan Konsep selalu dihujatkan pada seorang yang layak untuk menjabat sebagai mahasiswa jurusan Desain dimanapun.
Apalagi di dalam kampus yang tidak pernah dipandang sebelah mata oleh kampus-kampus ternama lainnya ITB contohnya
FSRD ITB lebih menekankan Konsep berfikir kepada mahasiswanya. Konsep berfikir untuk memecahkan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, skala kecilnya mereka dibekali konsep untuk memecahkan masalah pribadinya.

FSRD ITB mencoba merubah pola pikir mahasiswa jurusan FSRD ITB untuk melawan arus kehidupan normal di masyarakat umum yang dimulai dari tugas-tugasnya yang merupakan awal pembentukan semua pola pikir baru yang lebih kreatif, pun juga yang dilakukan oleh dosen pembimbingku di kampus kecil sederhana di kota ini.

Dalam hal ini aku memang belum menjadi expert designer, tapi percayalah ini merupakan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sekeliling kita.
benar yang dituliskan oleh temanku bawa gerak adalah kodrat. Ketika kita semua (mahasiswa desain dan komunitas) tak bergerak menanggapi fenomena ini maka desain perlahan akan dimudahkan oleh mereka manusia yang tidak mengerti akan keindahan, karena tanpa dimulai dari pergerakan mahasiswa
dan komunitas desain maka cara pandang mereka tidak akan pernah berubah terhadap desain. Pergerakan menuntut cara pandang yang baru kepada masyarakat untuk lebih menghargai sebuah keindahan.
Dalam konteks ini aku ingin adanya penghargaan sebuah karya seni dari masyarakat yang melihatnya.

Aku ingin mereka sadar bahwa desain bukan sebuah pelengkap

oleh sebab itu mari kita (mahasiswa dan komunitas desain) bergerak

memperjuangkan karya – karya kita…

Wuih… akhirnya ane bisa ngisi blog ini lagi setelah sekian lama terbengkalai karena pekerjaan yang begitu memadati otak dan cukup menguras air mata ( lembur gitu loh)

Oh iya buat moment natal yang udah ada dipelupuk mata, ane udah sediain beberapa kartu ucapan natal yang lu lu pade bisa ambil GRATIS !!! Ayo tunggu apa lagi ….

JANGAN LUPA KALO MAU NGASIH CACIAN, MAKIAN dan HINAAN

tentang desain nyang ane buat isi di Comment ja masih dibuka kok.

blue-christmas-on-2008-2

blue-christmas-on-2008-1.

hepi bes day tu yu

hepi bes day tu yu

hepi bes day

hepi bes dayyyy

hepi bes day tu yu…

Wuih…. met ulang taun ya mba moga cpt sls kuliahnya

sukses selalu lah pokokna mah….

oiya ni buat qm, semoga qm suka ya….

Lahirnya TABLOID TRANSAKSI, sejatinya karena kami melihat adanya niche (celah, ceruk pasar) yang belum digarap

secara kreatif untuk menjawab kebutuhan (bukan keinginan) pengiklan dan pembaca. Pencapaian (hasil) transaksi penjual

dengan pembeli masih terbuka ruang untuk terus didorong dengan informasi dan iklan yang sesuai target market pembacanya.

TABLOID TRANSAKSI berharap dapat menjadi pilihan tepat dalam melakukan TRANS (melintasi, melampaui) target

pembaca sebagai consumer untuk ber-AKSI (membeli) hingga terjadi TRANSAKSI yang saling menguntungkan sesuai

kebutuhan. Setidaknya pembaca dapat menjadi SAKSI adanya beragam informasi PROMOSI . PROFESI . PROFIL yang disajikan TABLOID TRANSAKSI. Semoga informasi PROMOSI . PROFESI . PROFIL bermanfaat bagi kita bersama.

Selamat berinter-AKSI, selamat ber-TRANSAKSI.